PENERIMAAN MAHASISWA PROGRAM REKOGNISI PEMBELAJARAN LAMPAU TAHUN 2020

Jum'at, 23 Oktober 2020 00:00:13 WIB Oleh : Humas Unla


image

Jumat, 23 Oktober 2020. Universitas Langlangbuana melaksanakan kegiatan Penerimaan Mahasiswa Program Pembelajaran Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) tahun 2020 yang merupakan tindaklanjut kebijakan Kemendikbud tentang MBKM dengan TEMA Kegiatan Rekognisi pembelajaran Lampau RPL dimulai pukul 08.00-10.00 WIB melalui aplikasi Zoom Meeting. Dalam Kegiatan ini Universitas Langlangbuana dipasangkan dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Papua Kota Sorong dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati oleh Belmawa Dikti. Peresmian dan Penerimaan Mahasiswa Program Rekognisisi Perkuliahan Lampau (RPL) ini diikuti oleh Sekitar 220 Peserta dan berlangsung selama 1 semester perkuliahan.

Dalam Laporan Ketua Panitia menyampaikan Pelaksanaan Program Fasilitasi Rekognisi Pembelajaran Lampau bagi mahasiswa dan pengembangan kapasitas institusi penyelenggaraan pendidikan akademi secara daring didaerah tertinggal pada masa pandemi covid-19 tahun 2020.  Mahasiswa dari STIKES Papua yang akan bergabung dengan Universitas Langlangbuana sebanyak 175 Mahasiswa yang tersebar di 8 Mata kuliah dianataranya, Hukum Ketenagakerjaan, Studi kemiskinan, Pendidikan Inklusi dan Anak berkebutuhan Khusus, Komunikasi Digital, Matematika Dasar, Resolusi Konflik Dasar Sistem Kendali dan metodologi Ilmu Pemerintahan. Adapun mahasiswa internal sebanyak 50 mahasiswa UNLA yang akan bergabung dengan mahasiswa STIKES Papua pada 8 matakuliah yang tesebar, dari STIKES Papua mengirimkan Dosen Pembimbing sebanyak 7 orang. STIKES Bakti Utama juga menyediakan dosen Pembimbing dan Dosen Pengmpu Mata Kuliah dan memgambil mata kuliah Komunikasi Efektif dan Psikologi Kehamilan dan Nifas yang akan di ikuti sebanyak 50 Mahasiswa.

Dalam sambutannya Rektor UNLA menyampaikan perlunya mengenal bagaimana kondisi di Papua dalam proses belajar mengajar. Tujuan dari kegiatan RPL ini pada intinya agar mahasiswa bertambaha dalam pengayaannya dan tentunya berkelanjutannya didalam pemberian 8 mata kuliah sejumlah 175 yang bergabung dengan UNLA pasti akan memberikan manfaata.

Kebermanfaatan pertama akan ada keberlanjutan dalam rangka melanjutkan perkuliahannya paling tidak ada 1 kesempatan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) selain itu juga mahasiswa dapat memahami dan mengerti secara maksimal melalu daring dan yang berikutnya tentunya mahasiswa yang ditanah papua nanti setelah mendapatkan pengayaan, dalam implementasi pasti akan berbeda karena situasi dan kondisi wilayah yang berbeda.

Untuk Dosen Pendamping kami berharap aktif berkomunikasi dalam rangka pembelajaran, karena antara Sumatera, Papua, Pulau Jawa satu rangkaian yang tidak dapat terpisahkan sehingga kita bersatu sama-sama belajar untuk membangun Negara ini.

Ketua STIKES Papua Dr. Marthen Sagrim, S.KM, M.Kes. dalam sambutannya menyampaikan Ucapan terimakasih dan pengharagaan yang setinggi tingginya kepada Kementrian Pendidikan Kebuyaan RI dimana menetapkan Perguruan Tinggi kami menjadi salah satu Perguruan Tinggi yang tertinggal dan bisa tergabung mengikuti program RPL ini. Harapan kami dukungan dan saran teknis baik dalam pengelolaan bagi kami,  dosen dosen pembimbing maupun dosen pendamping dan dosen pembuat modul. Kapasitas dan kompetensi yang dihasilkan akan menjadi ukuran bagi kedua Perguruan Tinggi baik Perguruan Tinggi Mitra dan Perguruan Tinggi daerah tertinggal.