HALAL BILHALAL KELUARGA BESAR UNIVERSITAS LANGLANGBUANA

Jum'at, 14 Juni 2019 00:00:17 WIB Oleh : Humas Unla


image

Unla menggelar kegiatan silaturahmi dalam rangka Halal Bihalal 1 Syawal 1440 Hijriah. Acara dimulai pada pukul 09.35 dengan pembukaan oleh Ibu Yusi Nurul Fitriyani, Dra., M.Si. dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 133-134 oleh Saudara Khozin Zamil, dan sari tilawah oleh Ibu Cucu Lisnawati, S.Pd., M.Pd.

Dilanjutkan dengan pengantar oleh Rektor Universitas Langlangbuana, Bapak Dr. H.R.AR. Harry Anwar, S.H., M.H. Dalam pengantarnya, Rektor Rektor Universitas Langlangbunaa menyampaikan ucapan selamat hari raya Idul Fitri 1440 H. kepada segenap civitas akademika Unla, baik secara pribadi, keluarga dan selaku Rektor. Selanjutnya beliau berharap dengan selesainya melaksanakan ibadah shaum di bulan Ramadhan civitas akademika bisa lebih amanah, karena orang yang dapat melaksanakan amanah ciri dari orang beriman dan bertakwa yang merupakan cita-cita dari pelaksanaan shaum di bulan Ramadhan. Bertambahnya manfaat seseorang bagi lingkungannya juga merupakan ciri keimanan seseorang. Bisa bertoleransi dan loyal pada lingkungan kerjanya, akan menumbuhkan optimalisasi dalam pekerjaan. Sehingga civitas akademika Unla menyadari bahwa bekerjanya itu sebagai amal dan ibadah.

Acara selanjutnya adalah sambutan Ketua Pembina YPTBL, Bapak Komjen Pol (Purn) Drs. H. Nana S. Permana. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa Ramadhan merupakan pendidikan dalam proses edukasi spritual. Edukasi spritual harus bisa membersihkan diri dari  hal-hal yang tercela, menjadikan madrasah atau wahana kesabaran dan menggapai cita-cita Ramadhan yaitu takwa. Keberhasilan edukasi spritual dapat dilihat dari akhlaknya.

Acara tausiyah yang disampaikan oleh K.H. Asep Anom atau lebih dikenal di Radio Dahlia dan TVRI dengan Ustadz Asep Sudarman, M.Ag. Inti dari tausiyah adalah bulan Syawwal merupakan salah satu bulan yang diistimewakan. Keistimewaan bulan Syawwal: 1. Adanya Idul Fitri; 2. Puasa Syawal selama 6 hari, nilainya sama dengan puasa satu tahun; 3. Adanya peningkatan aktivitas kesalehan, karena arti syawwal adalah meningkat; 4. Membiasakan baca Al-Qur’an; 5. Menjalin silaturahim. Kesemuanya itu dilakukan untuk menjaga manusia dari keseimbangan dalam berinteraksi. Sehingga dikenal adanya habluminallahi wa habluminnas. Hubungan dengan Allah, kesalehan terhadap Allah itu diimplementasikan dengan berbuat baik kepada sesama manusia, sehingga bisa dirasakan manfaatnya oleh lingkungan sekitar. Pada akhir tausiyahnya ditutup dengan doa.

Pada akhir acara, civitas akademika melakukan mushafahah. Saling bersalaman untuk saling bermaafan, semoga kembali pada fitrah kemanusiaannya.